Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

11 HAL YANG HARUS DIINGAT SEBELUM MENGELUH

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali. 2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. 3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan. 4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya. 5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup. 6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat. 7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul. 8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalan
  Gengam Aku dalam Doamu Entah sudah berapa puisi kutulis untuk menceritakan semua tentangmu. Mungkin tak akan ada habis. Sebab aku ingin selamanya menuliskan tentangmu, tentang kita, tentang cinta. Semoga kau tidak keberatan, ya? Aku gemar menulis, sepertinya kau paham benar kesukaanku. Setelah aku mencintaimu, penaku benar-benar jatuh hati kepadamu. Entah... Aku sendiri juga tidak mengerti mengapa penaku bisa sejatuh hati ini kepadamu. Tersenyumlah untuk dirimu sendiri. Tak perlu untukku pun, aku tak mengapa. Sebab saat ini kita sedang diuji. Melalui jarak. Maka dari itu, sejauh apa pun kau dari jangkauanku. Tetaplah tersenyum. Seluka apa pun hatimu. Maafkan aku jika belum sanggup menghadirkan pelukan untukmu. Saat ini aku hanya bisa memelukmu lewat doa. Jika kau begitu merasa hangat, tersenyumlah. Sebab Tuhan telah menyampaikan salam rinduku untukmu. Jangan menyerah dengan apa pun yang sedang kau hadapi saat ini. Kuatlah. Tegarlah. Aku di sini. Mend
SAHABAT... Salah satu hal yang paling aku syukuri di dunia ini adalah ketika Tuhan memberiku persahabatan yang menyenangkan. Bagiku, sahabat adalah ia yang tak hanya sekedar tahu namaku, tapi juga seluruh cerita hidupku. Suka, duka, bahagia, tawa, canda, air mata; semua dilewati bersama. Berbagi segala hal, berbagi segala cerita, berbagi segala keinginan dan cita-cita. Meski terpisah jarak. Meski berbeda sifat, karakter, kebiasaan, atau segala hal yang membedakan. Tak menjadi alasan untuk memutuskan tali persahabatan. Sahabat; saling menerima, saling memberi, saling mengasihi, dan saling mendoakan. Selamat malam, sahabatku... Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Semoga segala keinginan-keinginan kita bersama perihal masa depan, kelak Tuhan merestui.

Bersabarlah Untuk Kita ♥

Tuhan, sebelum aku menulis panjang lebar, Kau pasti sudah lebih dulu tahu siapa yang akan aku ceritakan. Ya, dia. Seseorang yang kau izinkan untuk mencintaiku dan kucintai. Tuhan, dia memang jauh dari kata sempurna, memang. Terima kasih, karena kau tak berikan aku seseorang yang sempurna. Sebab apa? Karena yang sempurna, tidak akan membutuhkan siapa-siapa lagi. Kekasih, Bersabarlah atas kita. Jangan lelah untuk berdoa. Genggamlah tanganku. Sungguh, aku ingin kita berjuang bersama. Jangan biarkan salah satu dari kita, merasa seperti berjuang sendirian. Biarlah kita terpisah jarak untuk sementara waktu. Jika kau ditemui rindu, peluklah aku erat-erat dalam doamu. Mintakan aku dalam sujud malammu kepada Tuhan. Berdoalah untuk segala kebaikan masa depan. Pun akan kulakukan hal yang sama untukmu, untuk kita. Kau percaya kan, jika doa yang dilakukan bersama akan disegerakan oleh Tuhan? Ya, semoga memang. Aku sudah begitu merindukanmu, sungguh. Aku ingin memelukmu erat

Allah Peluk Aku Sebentar Saja, Aku Lelah...

Gambar
Entahlah..  Siang ini aku merasa aku bosan dengan kehidupanku. Aku jenuh menjalani hari-hariku. Aku ingin hidup bebas, dimana hanya keinginanku yg aku lakukan, bebas untuk menjalani hidupku sendiri, tanpa ada beban yg harus aku pikul. Beban fikiran, beban perasaan, dan beban lainnyaaa. Aku mulai mengeluh ketika keinginanku tak sejalan dengan kenyataan.. Allah mungkin tau aku sedang dalam fase yg sangat aku bencii.. tapii tolonglah Ya Allah.. ringankan hatiku sejenak. Aku tau semua akan indah pada waktunyaa, tpii apa aku sanggup menjalani ini semua. Ketika tak ada satupun orang yg mengerti posisiku saat ini. Aku butuh dorongan semangat yg besar dari orang-orang yg aku sayangi. Pernahkah mereka peduli dan bertanya apa sebenarnya yg aku inginkan? Mereka hanya bisa memaksaku diam dan hanya bisa melihat semua keadaan yg ada, yg membuat semua terasa muak untuk aku jalani..  Allah peluk aku sebentar saja.. aku lelah menghadapi semua ini :( Di hari ini aku berkata :  &qu